Tanya Apa, Jawab Apa
"Gimana, bisa ngga?"
"Kena di Pak Win."
Heh? Ngga nyambung.
"Maksudnya Pak TJR?"
"Pak Win"
Aku langsung nangkep.
"Emang kamu dapet apa?"
"B" dengan muka cemberut.
"Kena di biokimia ya? Pak Win kan jago biokimia." psst… padahal sampai cerita ini kutulis, aku belum pernah tahu yang namanya Pak Win
Obrolan ini berlangsung di perpustakaan kampus saat teman saya mengembalikan buku. Sebenarnya yang saya tanyakan adalah ujian tadi (sebelum kami ngobrol ada ujian biokimia). Ngga nyangka, teman saya malah menjawab yang lain. Dua hari lalu dia baru saja ujian skripsi. Salah satu dosen pengujinya adalah Pak Win. Menurutnya, dalam bahasa saya, dia terhambat ngga bisa dapat nilai A karena dibantai oleh Pak Win.
Apa yang bisa saya dapat dari sini? Bahwa kenangan yang "sangat" (bisa baik atau buruk) dapat menguasai pikiran walau sudah berlangsung cukup lama. Akibatnya, ketika ditanya hal-hal yang sedikit nyrempet, bisa jadi jawabannya seputar kenangan tersebut.
