Sakazakii yang Menghebohkan
Menyusui ASI memang yang terbaik. Allah sudah memberikan keistimewaan kepada para ibu untuk dapat menyusui bayinya. Memperoleh ASI adalah hak bayi dan memberikannya merupakan kewajiban para ibu. Namun tidak semua ibu sadar akan hal ini. Mereka bahkan ada yang rela meninggalkan bayinya dan berlama-lama di kantor (bekerja) tanpa menyusui bayi. Mereka menyerahkan tugasnya kepada baby sitter. Alhasil bayi tidak menyusu ASI, namun diganti dengan susu formula. Padahal ASi jauh lebih baik daripada susu formula.
ASI, dari segi komposisi lebih lengkap dibandingkan dengan susu formula. Ia juga mengandung antibodi yang membuat bayi tidak mudah sakit. Selain itu, mudah penyajiannya, ngga perlu repot-repot membuat, mengocok, memanaskan, dsb, tinggal minum saja. Ia murah dan mudah didapat. Bahkan penelitian baru-baru ini meneguhkan bahwa ASI memang lebih baik dari susu formula. Penelitian yang menghebohkan baru-baru ini, mengatakan bahwa susu formula tercemar bakteri. Bakteri berbahaya yang merisaukan banyak orang tersebut bernama E. Sakazakii.
E Sakazakii, bakteri yang ditemukan pertama kali di Jepang ini telah diketahui dapat mencemari susu formula. Hal ini didasarkan pada penelitian Dr. Sri Estuningsih dari Institut Pertanian Bogor. Enterobacter sakazakii, begitu nama lengkap bakteri ini, dapat mencemari susu formula dan tinggal di usus bayi. Kabar terbaru bahwa bakteri ini dapat menyerang otak dan menyebabkan meningitis, suatu penyakit radang selaput otak. Salah satu korban yang telah melapor adalah Yanwarinson, 36 tahun, warga Kompleks Polri Ampera Raya, Jakarta Selatan. Ia melaporkan putrinya, Nadine Manuela yang telah tercemar bakteri ini. Ia menuturkan bahwa di usia empat bulan, putrinya ini sering sekali diare dengan keadaan feses yang tidak biasa. Warnanya hijau kehitaman dengan bau menyengat. Setelah beberapa kali periksa dan berganti-ganti dokter, ia baru tahu bahwa tubuh putrinya telah tercemar bakteri sakazakii. Sekarang di usia 16 bulan, pencernaan putrinya itu masih sangat sensitif.
Menanggapi hal ini, BPOM belum akan mengumumkan sesuatu yang belum pasti. Seperti ditulis pada situs tempo, Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM Tien Gartini menyatakan BPOM secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk-produk makanan. “Tapi kalau hasilnya negatif, untuk apa diumumkan?”.
Sakazakii memang berbahaya, namun para ibu tidak perlu terlalu risau akan hal ini. Meski berbahaya, bakteri ini akan mati pada suhu tinggi, yaitu di atas 60 derajat Celcius. Jadi bagi mereka yang memang ada halangan yang menyebabkan bayinya harus minum susu formula, tidak perlu khawatir akan tercemar bakteri ini, selama mengikuti petunjuk yang benar dalam penyajiannya.
Untuk mencegah kontaminasi bakteri ini, air yang digunakan untuk membuat susu formula harus mendidih, kemudian diamkan sebentar, baru digunakan untuk membuat susu. Susu yang telah dibuat sebaiknya habis dalam waktu empat jam. Bila tidak habis sebaiknya dibuang. Jangan terlalu lama menyimpannya yang akan menyebabkan perkembangbiakan bakteri ini. Selain itu, cuci bersih semua peralatan setelah digunakan dan sterilkan dahulu botol susu sebelum digunakan kembali.
