Cerita dari Ummu Syifa

May 3, 2007

Sumbat Telinga dan Penutup Mata

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 4:56 am

Membaca buku-buku tentang kehamilan membuatku lebih banyak tahu. Informasi yang dulu tak pernah kubaca. Sekarang aku harus memaksakan diri untuk melek, sekedar membaca halaman per halaman. Sebagai persiapan menghadapi segala kemungkinan saat-saat hamil seperti sekarang ini.

Buku yang kupunya berjudul Kehamilan, Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan. Buku best seller hasil kolaborasi beberapa penulis asal luar negeri. Mulai dari merencanakan kehamilan, hingga persiapan melahirkan maupun yang harus dilakukan pasca melahirkan. Intinya, dalam sembilan bulan ulasan kehamilan di buku tersebut dibahas tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan dialami oleh seorang ibu hamil. Perubahan fisik, emosi, serta hal-hal lain yang sering dirasakan selama kehamilan. Bahkan gangguan-gangguan yang mungkin saja muncul.

Yang menarik dan sekaligus menjadi obat mujarab bagiku adalah nasihat-nasihat menggembirakan serta kata-kata menghibur yang disarankan oleh penulis atas curhat-curhat ibu hamil. Kebetulan ada satu kasus yang juga pernah kualami. Membuatku merasa harus berterima kasih kepada para penulisnya. Di antaranya, ada seorang ibu hamil yang merasa risih bahkan tak nyaman ketika perutnya yang membesar mulai diraba-raba temannya. Tentu saja, perut yang menggembung terlihat lucu kan? Membuat gemas mata-mata yang melihatnya. Tapi kalau sampai tidak minta ijin kepada pemilik perut? Mungkin saja membuat jengkel sebagian ibu hamil. Meskipun sebagian yang lain mungkin senang (merasa diperhatikan sih…). Atau cerita dari ibu hamil lain. Tentang teman-temannya yang suka membandingkan dirinya dengan ibu hamil yang lain.

“Perut si A udah gedhe lho, kamu kok ngga keliatan?” Atau “Eh, kamu naik berapa kilo sih? Kok kayaknya malah tambah kurus. Mbakku aja naik 15 kilo waktu hamil.”

Terserah donk. Perut-perut gue sendiri. Berat gue yang mbawa. Enteng juga gue yang ngerasain bukan elu. Sabar… sabar…

Memang banyak orang yang tidak tahu tentang seluk beluk kehamilan. Banyak yang karena mendengar mitos ini itu, jadi rasanya janggal kalau tidak begini atau tidak begitu. Misalnya, ibu hamil sudah selayaknya gemuk. Tapi kan belum tentu setiap ibu hamil memiliki kenaikan berat badan yang sama. Banyak variabel yang menentukan, dari diet selama hamil, dari nutrisi yang masuk dalam makanan yang dikonsumsi, juga dari genetik. Kalau dasarnya emang ngga bisa gemuk, mo gimana lagi? Toh ibu hamil yang tampak gemuk belum tentu bayi yang dikandung juga ikutan gemuk lho. (Aku juga baru tahu dari membaca buku itu).

Akhirnya aku menemukan kuncinya. Selain nasihat yang sering mangkal di telinga (kalau merasa ngga seneng saat diomongin orang), Anjing menggonggong kafilah berlalu, juga kutemukan solusi baru. Bukan solusi dalam arti sebenarnya, tentu saja. Nasihat yang kutemukan di tengah deretan huruf dalam buku bersampul cokelat itu, begini bunyinya Selain di depan para dokter, tampaknya ibu hamil perlu dilengkapi dengan sumbat telinga dan penutup mata. Hmm… cukup bagus kedengarannya. Dan aku pun tampaknya harus mencoba “memakai” dua barang ampuh tersebut saat menghadapi “dunia luar”. :-)

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nurv3.blogsome.com/2007/05/03/sumbat-telinga-dan-penutup-mata/trackback/

  1. wah…baru tahu kalo “bumil” juga ngalamin p’ubahan es mos sy ya…..
    waduwh..maaph juga KL misaLnya nTar aKu biKin es mo si, tegor aja ya..daghhh…

    Comment by mei — May 3, 2007 @ 6:52 am

  2. siap2 menghadapi ketidakstabilan emosi slnjutnya
    barakallah
    semoga ksabran selalu membersamai biar ade kecilnya jg nanti jd anak sabar (aamiin):)

    Comment by ummu hanif — May 9, 2007 @ 6:13 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa