Hujan Oh Hujan
Mendung bergelayut, menutupi sinar mentari yang perkasa. Angin yang berhembus mengaraknya menuju tempat yang digariskan akan turun hujan. Tetes-tetes air yang jatuh, perlahan semakin lama semakin deras, menimbulkan suara riuh di telinga. Hujan yang penuh rahmat, turun atas kehendak-Nya. Menghijaukan bumi yang kering, seolah mengidupkannya kembali setelah mati. tik tik tik bunyi hujan di atas genting, airnya turun tidak terkira, cobalah tengok daun dan ranting, pohon dan kebun basah semua Lagu yang sangat kuhafal waktu TK dulu, entah siapa pengarangnya, tiba-tiba sering terlintas di kepala kalau hujan tiba. Kalau suamiku bilang, dia paling suka suasana hujan. Hujan di pagi hari suasananya asyik. Pas hujan turun pertama pasti dia akan ke luar, duduk di teras, menikmati rintik hujan. Tanah yang basah menimbulkan bau yang khas. Hm.. bau tanah… Seorang teman juga mengingatkanku tentang hujan dengan tulisannya di milis. Hujan ternyata membuat seribu kenangan untuknya. Aku dibuatnya berimajinasi dengan tulisannya yang mengalir. Temanku waktu SMU dulu, dia bercerita saat hujan turun di pagi hari, tergesa-gesa ia memasuki lobi sekolah. Belum lagi kalau dipelototin pak satpam gara-gara lupa ngga keset dulu. Akibatnya lantai penuh dengan jejak-jejak sepatu. Duh… jadi inget kenangan lama… Gara-gara hujan pula, aku pernah jatuh waktu lari dari musholla. Waktu SD, karena ngga bawa payung, aku berlari menuju ke kelas. Lantai yang licin membuat keseimbangan tubuhku goyah, ditambah sepatu yang alasnya ngga kesat. Dan hasilnya? Gubrak… Aku terjatuh. Meringis menahan sakit… Waktu berangkat sekolah dulu juga menjadi kenangan yang sulit terlupakan. Saat aku SMU, waktu itu masih dibonceng kakakku. Saat hujan tiba-tiba turun di separuh perjalanan dari rumah menuju sekolah, kakakku terpaksa dongkol karena menuruti kemauanku untuk putar balik ke rumah. Rokku basah, tasku juga. Aku ngga mau nanti sampai di sekolah tampak seperti tikus kecemplung got. Dengan wajah marah, kakakku luluh juga. "Awas kalo besok minta balik lagi." Ancamnya kepadaku. Aku cemberut. Tapi gapapa lah, yang penting pulang, ambil mantol dan ganti rok baru. Terima kasih ya kak, jasamu akan kukenang slalu
*edited on March 2009*
