Cerita dari Ummu Syifa

August 30, 2006

Cuci Muka Atau Ngunyah Permen?

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 2:45 am

Siang, lelah, panas, gerah, ngantuk. Suasana yang sungguh tidak menyenangkan. Apalagi bila berada di sebuah ruangan dengan “peraturan” khusus, ruang kuliah misalnya. Duduk manis, mendengarkan dan menyimak kuliah dosen. Sekali waktu mungkin akan muncul perasaan bosan dengan ritual harian yang terkesan begitu saja. Kalau perasaan bosan sudah muncul, jangankan memperhatikan dengan seksama, mendengar kata-kata dosen saja sudah berat… Cara yang mudah untuk mengusair rasa bosan, lelah, dan ngantuk mungkin dengan cuci muka. Tapi males… Kaki harus melangkah, turun tangga, menuju kamar mandi. Kalau ngunyah pemen?

Permen jadi barang “haram” dimakan. Dulu… waktu masih duduk di bangku sekolah. Kalau ketahuan bisa berabe. Tapi ga sedikit juga yang ngelanggar peraturan “dilarang makan di kelas” itu. Nah, kalau kuliah? Apakah masih juga ada larangan makan di kelas? Kalau ngantuk? Kata seseorang, daripada ngantuk kan mending makan permen? Dosen lebih tidak suka mengajar mahasiswa ngantuk daripada mahasiswa yang ngunyah permen tetapi mendengarkan perkataan dosen. Tapi apakah dengan mengunyah permen bisa tetap konsentrasi pada mata kuliah yang diajarkan? Atau jangan-jangan konsentrasi otak tersedot pada rasa permen yang nano-nano? Yang baik gimana?

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nurv3.blogsome.com/2006/08/30/cuci-muka-atau-ngunyah-permen/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa