Cerita dari Ummu Syifa

May 10, 2006

Kisah Mantan Orang Terkuat di Indonesia

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 5:19 am

Saya sih ngga begitu suka soal politik. Tapi kalau pas liat berita, jadi pingin berpendapat. Kemarin lagi rame-ramenya stasiun TV menyorot mantan orang nomor satu, alias Pak Suharto. Sehabis menghadiri pernikahan Gendis, cucunya, dan karena saat itu beliau terlihat sehat, maka ada seseorang (ngga tau siapa) yang mengusulkan untuk melanjutkan proses persidangan beliau. Namun beberapa waktu kemudian, beliau harus masuk rumah sakit, menjalani operasi, entah operasi usus atau apa, saya ngga begitu tau. Tapi alhamdulillah operasi berjalan lancar, dan kesehatan Pak Harto pun dinyatakan kian membaik.

Tak semua orang ternyata punya keinginan sama untuk segera merampungkan kasus Pak Harto yang memang dari dulu ngga pernah selesai. Ada yang karena alasan kemanusiaan meminta agar proses peradilan Pak Harto dihentikan saja. Ya, mungkin karena kasihan, sudah tua. Bahkan pernyataan itu juga didukung oleh wakil presiden kita, JK.

Kalau saya sih, sekedar berpendapat aja. Yang namanya kesalahan di dunia, seharusnya memang dihukum sesuai dengan peraturan yang telah disepakati. Kalau kita hidup di Indonesia, misalnya, kalau nyolong ayam dihukum tiga bulan atau lebih parahnya digebukin, maka yang korupsi jutaan bahkan ratusan juta rupiah juga harusnya dihukum dengan setimpal, ngga memandang apakah orang yang melanggar itu berapa usianya, setua apa, bahkan kalau dia sudah jompo. Itu kalau nyata-nyata bersalah. Dan kalau pun di dunia ini ngga terbukti, ngga usah khawatir, soalnya rekaman di akhirat nanti ngga bakal bohong. Dan semua kesalahan pasti ada hukumannya. Kalau kasus Suharto? Lagi-lagi saya bukan analis politik, jadi ngga tau juga, gimana kebenaran berita Suharto itu. Yang saya tau, dulu Suharto didemo gara-gara kebanyakan makan duit rakyat.

Yang jelas, dan yang harus ditekankan untuk bangsa kita, bangsa yang begitu memprihatinkan ini, adalah agar ngga terulang lagi kasus-kasus Suharto Suharto lain di kemudian hari. Piye carane? Mungkin satu kata saja yang penting plus menjadi seruan untuk kita semua. I’diluu…

8 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nurv3.blogsome.com/2006/05/10/kisah-mantan-orang-terkuat-di-indonesia/trackback/

  1. Kalo aku tak salah dengar, katanya setiap terdakwa yang menjalani proses persidangan harus dalam keadaan sehat wal afiat. Nah, kalo Pak Harto sakit dan disidang, berarti menyalahi kitab undang-undang, dong! Piye?

    Comment by Imponk — May 10, 2006 @ 5:29 pm

  2. Ukhti, ketika Daulah Khilafah Islamiyah kelak tegak -insya Allah- , setiap orang-orang yang dulu pernah menghambat laju kebangkitannya akan tetap diadili di hadapan umat, khususnya para (mantan) penguasa yang selama ini menzholimi Islam dan umatnya.

    Kasus Pak Harto ini baru satu contoh dari sekian banyak penguasa zholim dimuka bumi ini.

    Apabila kita menilik sepak terjang Soeharto lebih dalam lagi, tentu akan kita jumpai sederetan list panjang atas kejahatan dan pembusukan yang telah beliau lakukan pada umat ini. Tak sekedar kejahatan ekonomi berikut KKN nya lho, Seoharto dan kroninya pun telah menorehkan asam ke dalam luka umat yang menganga. Banyak bukti atas kejahatan tiran ini disamping kejahatan terbesar yang ia lakukan saat menjadi penguasa yaitu menganulir syari’at Allah dalam mengatur kehidupan mu’malah rakyatnya..

    Betul, Allah memang Maha Pengampun…. Tapi , apakah masyarakat sudah memaafkan atas kezholiman sistemik yang telah ia lakukan selama ini?

    Comment by AL KIFAH — May 12, 2006 @ 3:30 am

  3. tapi jangan lupa Pak Harto juga punya jasa. Setuju ama comment #1.

    Comment by deep_track — May 18, 2006 @ 1:10 pm

  4. Kalo menurutku pendapat kamu itu bener! Pendapat orang2 yg pengen kasus pa Harto ditutup juga bener! Ada pertimbangan yang logis antara keduanya.

    Comment by Doan — May 22, 2006 @ 3:41 am

  5. :D Ikut comment ya!! Singkat koq
    Balikin aja uang negara…Selesai!!
    Gak usah diadili,ngabis-ngabisin uang negara aja.Gak dipenjara aja dia udah kaya di neraka..pesakitan

    Tapi kayake itu gak mungkin terjadi dech..tanya kenapa?????

    Comment by syarif_tangguh — June 13, 2006 @ 3:57 am

  6. Memang Soeharto itu iblis udah korup diktator dll etc dsb…

    Tapi, kalau keadilan yang kita mau, maka kita juga harus bersikap adil. Keadilan itu adalah penuntut memberikan tuntutan, dan tertuntut memberikan pembelaan.

    Kalau salah satu elemen tidak bisa dilakukan, ya sudah tidak adil lagi.

    Dia sakit kras dan tidak bisa memberikan kesaksian dsb. Dan tidak bisa hadir sidang.

    Inabsensia (tersangka tidak perlu hadir di sidang) cuma berlaku untuk kasus2 inabsence karena wafat atau tidak diketahui. Sedangkan untuk tersangka sakit, dia berhak untuk penundaan sidang. Karena sakit permanen, ya penundaan selamanya.

    Memang dia kriminal. Tapi tidak menjustifikasi kita untuk ikut jadi kriminal.

    Dia memang bersalah, dia memang mesti dihukum. Dia memang berjasa, tapi itu tidak menghapus kesalahannya.
    Tapi untuk keadaan sekarang, manusia sedang tidak dimungkinkan untuk memberikan hukuman yang adil so jangan dipaksakan.

    Jangan membalas ketidak adilan dengan ketidakadilan.

    Two wrongs doesnt make 1 right

    Wallahu alam

    Comment by philosopher — July 21, 2006 @ 5:46 am

  7. kl yang mau mengadili saja tidak tahu makna keadilan mau apa lagi. semuaaa harus belajar apa itu keadilannnn. jgn banyakkk ngomong……

    Comment by arman — August 25, 2006 @ 9:46 am

  8. kalau menurut saya pa Harto harus dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia tercinta ini,katanya kita negara hukum??Di tegakan dong…….Jangan kebanyakan ngomong.

    Comment by rio justicia a j m — March 30, 2007 @ 5:37 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa