Benci Puisi
Bingung ketika membaca sebuah puisi yang banyak kata-kata bermakna ganda. Kadang sangat sulit ditafsirkan. Puisi orang-orang dewasa memang butuh ekstra “tenaga” untuk bisa memahaminya. Kenapa saya bilang puisi orang “dewasa”? Karena jika puisi itu ditulis oleh anak kecil, masih relatif mudah dipahami, karena kata-kata yang digunakan masih sederhana dan tidak bermakna ganda.
Saya suka menulis bait-bait (yang mirip) puisi. Dan ketika ada salah seorang teman yang bilang “ngga dong”, saya jadi berpikir bahwa bait-bait tersebut ngga berguna. Bukankah yang berguna itu ketika kita menyampaikan dan seseorang bisa memahami apa yang kita inginkan? (kalo salah dikoreksi). Dan sesuatu menjadi mudah disampaikan ketika ia tidak berbelit-belit, dan yang pasti mudah dimengerti.
Ah, saya jadi benci puisi…
