Cerita dari Ummu Syifa

February 27, 2006

Benci Puisi

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 4:33 am

Bingung ketika membaca sebuah puisi yang banyak kata-kata bermakna ganda. Kadang sangat sulit ditafsirkan. Puisi orang-orang dewasa memang butuh ekstra “tenaga” untuk bisa memahaminya. Kenapa saya bilang puisi orang “dewasa”? Karena jika puisi itu ditulis oleh anak kecil, masih relatif mudah dipahami, karena kata-kata yang digunakan masih sederhana dan tidak bermakna ganda.

Saya suka menulis bait-bait (yang mirip) puisi. Dan ketika ada salah seorang teman yang bilang “ngga dong”, saya jadi berpikir bahwa bait-bait tersebut ngga berguna. Bukankah yang berguna itu ketika kita menyampaikan dan seseorang bisa memahami apa yang kita inginkan? (kalo salah dikoreksi). Dan sesuatu menjadi mudah disampaikan ketika ia tidak berbelit-belit, dan yang pasti mudah dimengerti.

Ah, saya jadi benci puisi…

February 24, 2006

Ketika Merasa Beda

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 3:46 am

Mungkin banyak yang bilang “Be Yourself” itu adalah yang terbaik untuk banar-benar menumbuhkan suatu sikap PD alias percaya diri. Tapi ngga semuanya setuju dengan itu. O ya, beberapa waktu lalu ada seseorang yang memberiku semangat dengan bilang “Be the Best of You” Lalu dia meneruskan, “Jangan cuma Be Yourself.”

Hm…menarik.

Ada kalanya aku merasa seperti kamu dan juga yang lain. Yang jelas “seperti” itu bisa dimaknai dari beberapa segi atau sudut pandang. Dari segi aqidah jelas, aku dan mereka (temen2 muslim) sama. Dari segi studi (dengan teman2 seangkatan) sama juga. Lalu, dari segi gender (dengan teman-teman wanita) sama. Yang beda? Tentu lebih banyak. Dan pada keadaan tertentu aku merasa beda dengan mereka.

Yang jelas, aku beda karena aku bukan mereka. Aku beda karena aku berpikir dengan cara yang berbeda dengan mereka. Aku beda karena memang pada hakikatnya setiap jiwa itu berbeda.

Be Yourself seakan menjadi sesuatu yang mustahil. Karena kita manusia, kita tak mungkin selamanya menjadi seperti pada keadaan kita sekarang. Kita tetap makhluk yang berubah. Entahlah, mungkin terlepas dari makna “be” itu sendiri, yang jelas manusia tak bisa terus menjadi dirinya sendiri. Susah mengungkapkannya…

Terlintas sebuah hadits (yang katanya dhoif), kurang lebih bilang bahwa kalau hari ini sama dengan kemarin, berarti merugi. Kalau hari ini lebih buruk berarti celaka. Seorang ustadz bilang, itu ngga benar. Ok-lah, mungkin ada kebaikan yang diambil dari kalimat itu bahwa seseorang akan terpacu untuk be better, menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tapi (kata ustadz) manusia itu ngga ada yang statis. Ini karena iman yang ada dalam diri manusia itu juga ngga selamanya berada pada keadaan yang sama. Iman itu bisa naik, dan bisa turun. Itulah mengapa manusia tidak mungkin untuk selalu menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Ketika merasa beda, ini kumaknai sebagai keadaan saat aku merasa keimananku turun. Aku melihat sekitarku bersemangat, melakukan apa saja. Yah, yang jelas sesuatu yang berguna. Dan aku? Aku ngga bisa seperti mereka. Aku masih diam dan diam. Hh… “Futur kali”. Ada yang berpendapat begitu. Dan memang, futur membuatku merasa beda.

Ketika aku merasa beda, kadang jarak antara aku dan mereka begitu jauh. Walau pun mungkin kadang kami ada dalam sebuah tempat, tapi aku merasa tidak sedang berada di sana. Kami, terpisah sangat jauh. Dan beda, membuatku bertanya, apakah aku sedang menjadi diriku sendiri?

February 17, 2006

Sekarang, Aku Tau…

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 6:42 am

Bukan iklan. Akhirnya sebagai seorang chemist saya sedikit (cuma sedikit) tahu tentang apa itu formalin, dan kenapa orang takut makan makanan berformalin (meski setelah beritanya ngga ada, mereka cuek lagi, dan mungkin makan lagi).

Formalin itu, merupakan metanal alias formaldehid dengan kandungan air (kalo ngga salah sekitar 40%), dengan struktur H-C=O-H. Nha, tau ngga, kenapa bahaya? Atom C-nya itu, bisa ngiket senyawa-senyawa di dalam tubuh. Dan ini akan menimbulkan chain reaction alias rekasi berantai, karena bisa ngiket senyawa-senyawa ampe panjang banget. Nah, kalo udah gitu, bakal terbentuk sebuah senyawa baru dengan struktur yang begitu panjang. Kata Pak Dosen sih, yang kayak gini bisa menimbulkan kanker. Saya belom nemu apa yang menyebabkan kanker… Apa karena panjangnya senyawa itu, ataukah karena ada senyawa tertentu yang “kebetulan” terikat dan memicu kanker?

Mungkin lain waktu, jika ilmu dah nambah, bisa dilanjutin. Ada yang mo bagi ilmunya?

February 7, 2006

Kuliah, Apa Cuman Buat Dapet IP?

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 7:11 am

Kadang bingung juga ketika ditanya, “Kamu kuliah buat apa?”

Kuliah, mungkin bagi sebagian besar orang bertujuan untuk mendapatkan gelar sarjana, biar bisa kerja, dapat duit, dll. Dan memang lapangan kerja di negara kita ini hampir seluruhnya mensyaratkan IP tinggi bagi para pelamarnya. Tak peduli bagaimana mereka mendapatkan angka-angka yang diinginkan tersebut, apakah nilai itu benar-benar milik dia, atau hasil “kerjasama” dengan meja sebelah saat ujian, tak pernah dipermasalahkan.

Seorang dosen pernah bercerita, kalau diterjemahkan dengan bahasaku, kira-kira begini. Akan sangat rugi bila kuliah ini hanya berorientasi keduniawian semata. Seharusnya, kuliah diniatkan untuk dunia dan akhirat.

Sebenarnya masih panjang penjelasan dosen tadi, tetapi karena mungkin “sadar” kalau yang diajarkannya adalah mata kuliah Fisika Modern dan bukan Pendidikan Agama, maka beliau segera menghentikan pembicaraan.

Memang kalau dipikir-pikir benar juga. Kuliah bukan cuma untuk dapat IP. Ngga cuma buat meraih predikat cumlaude. Ada yang bilang, dan saya setuju dengannya, bahwa IP sekedar gambaran penguasaan materi. Tapi apakah IP tinggi menjamin seorang mahasiswa benar-benar memahami mata kuliah tersebut? Apakah IP tinggi menjamin seseorang untuk sukses di dunia? (baca: bisa kerja dan dapat duit banyak. Selama ini paradigma sebagian masyarakat tentang arti sukses di dunia seperti itu).

Tapi dengan tulisan ini, aku juga ngga akan bilang kalau IP itu ngga penting. Bagiku, cukuplah IP tinggi untuk membuat selengkung senyum di wajah ayah-bunda saja. Sejauh ini pandanganku baru sampai di situ. Tentang apa dan mengapa pandanganku masih secetek itu, mungkin karena kekerdilan pikiranku. Yang jelas, aku setuju dengan perkataan Pak Dosen, kuliah harus untuk dunia akhirat. Tapi caranya gimana ya? Ada yang tahu?

Semoga Bukan Karena Aku

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 6:51 am

Ketika satu masalah hadir dan “memaksa”ku untuk menudingkan telunjuk ke hidungku sendiri, dan aku bilang, “Apa ini salahku?”, saat itu adalah saat-saat paling menyebalkan. Ya, merasa bersalah sungguh ngga menyenangkan.

Mungkin memang benar, orang lain ngga akan pernah bisa merasakan apa yang aku rasakan, sebelum dia menjadi aku. Dan untuk masalah yang membuatku telah merasa bersalah, harapku, semoga ini bukan karena aku.

Hanya Dia yang mengetahui segala yang kutampakkan dan kusembunyikan.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa