Semua Sudah Ada, Tinggal Pilih Aja
Bosan bila harus mengulang satu pertanyaan retoris ini, “Hidup Itu Untuk Apa?”
Ya, manusia diciptakan sudah pasti dengan seabreg perintah dan larangan. Tentu saja itu untuk dirinya sendiri. Memang begitu konsekuensi kalau hidup di dunia. Manusia ada karena Tuhan (Allah). Di mana-mana, yang namanya benda tercipta, ia harus (tidak boleh tidak) menuruti semua yang dikatakan penciptanya. Manusia adalah ciptaan, dan Allah adalah sang pencipta. So, sudah jelas kan, kalau manusia hanya boleh mengucap satu kalimat “sami’naa wa ‘atho’naa…”.
Jalan panjang membentang. Banyak pilihan untuk menuju kepada sebuah kehidupan abadi. Tapi hanya ada satu dari jalan itu yang benar-benar akan mengantarkan kita kepada Sang Maha. Tak usah diulang, pernyataan ini semua orang pasti sudah tahu. “Dunia hanya sementara, akhiratlah yang kekal.” Tapi, masalahnya, tak semua manusia sama seperti baginda dan seluruh RasulNya yang mulia. Kadang hanya karena ambisi semata, atau karena nafsu sesaat, semua yang seharusnya menjadi pegangan, hilang atau tergantikan oleh kenikmatan semu yang bernama dunia.
Semua sudah ada, tinggal pilih saja.
Yap, sebenarnya semua sudah ada. Tinggal bangaimana kita, sebagai manusia mau tunduk atau membelot. Mau menurut atau membangkang dengan aturan Sang Pencipta. Terakhir, satu kata yang melintas “Innamal a’malu binniyyat…” Niatkan saja hiduo hanya satu, untuk menggapai ridho Allah semata.
