Cerita dari Ummu Syifa

December 24, 2005

Bingung > Menunggu > Sendiri

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 4:46 am

WaitingTiga kata dalam judul di atas kalau digabung jadi satu rasanya “klop”banget. Persis dengan keadaan saat ini. Ah, gara-gara sesuatu yang diluar rencana, semuanya jadi kacau.

Kacau itu kalau divisualisasikan sebagai keadaan diri, mungkin seperti gambar orang dengan “penampakan” semrawut ora karuan. Kalau settingnya pas di jalan pasti tampak crowded. Pokoknya ngga menyenangkan.

Sebenarnya kuncinya ada pada diri sendiri. (Dan saya tidak akan menceritakan diri saya pada saat kondisi sekarang ini). Kuncinya adalah ketenangan. Ngutip sedikit lagunya Dewa, “Hadapi dengan tenang jiwa. Semua kan baik-baik saja.”

Yap! Everything is gonna be alright. Benar kan? Yang penting jalani saja. Sembari menunggu sesuatu yang akan terjadi nanti

December 23, 2005

Catatan Kecil

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 6:09 am

Sebuah Catatan Ketika kata begitu susah untuk diungkapkan, ada baiknya kalau ia disimpan saja dalam bentuk lembaran-lembaran. Akan sangat mengasyikkan ketika membuka kembali catatan-catan lama, atau menulis segala sesuatu yang melintas di otak. Jika saat ini aku berpikir begini, maka akan kutulis begini. Jika saat ini aku menilai sesuatu seperti ini, maka aku akan menuliskannya sama seperti yang ada di benakku.

Aku punya sebuah catatan. Catatan itu adalah sebuah kisah, ataupun pemikiran-pemikiranku tentang suatu hal. Ia masih tersimpan baik. ada niat untuk menjadikannya dalam bentuk lembaran-lembaran. Yah, seperti yang kubilang tadi. Sungguh mengasyikkan membacanya berulang-ulang. Kalau hanya tersimpan di folder komputer, maka aku tak bisa sering-sering membukanya.

Yang membingungkan, kadang apa yang kutulis saat ini, tidak berarti akan mempunyai respon yang sama ketika aku membacanya kembali pada waktu yang lain. Apakah itu karena pikiranku tentang hal tersebut sudah berubah, atau mungkin saat aku menuliskannya, sebenarnya itu tak sesuai dengan yang ada di pikiranku? Entah…

Yang jelas, apa pun itu, aku senang ketika membuka catatan-catatanku kembali, membacanya, dan mungkin merenunginya. Tampak konyol mungkin, tapi memang begitulah asyiknya.

December 21, 2005

Semua Sudah Ada, Tinggal Pilih Aja

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 5:30 am

Jalan Panjang Bosan bila harus mengulang satu pertanyaan retoris ini, “Hidup Itu Untuk Apa?” Ya, manusia diciptakan sudah pasti dengan seabreg perintah dan larangan. Tentu saja itu untuk dirinya sendiri. Memang begitu konsekuensi kalau hidup di dunia. Manusia ada karena Tuhan (Allah). Di mana-mana, yang namanya benda tercipta, ia harus (tidak boleh tidak) menuruti semua yang dikatakan penciptanya. Manusia adalah ciptaan, dan Allah adalah sang pencipta. So, sudah jelas kan, kalau manusia hanya boleh mengucap satu kalimat “sami’naa wa ‘atho’naa…”.

Jalan panjang membentang. Banyak pilihan untuk menuju kepada sebuah kehidupan abadi. Tapi hanya ada satu dari jalan itu yang benar-benar akan mengantarkan kita kepada Sang Maha. Tak usah diulang, pernyataan ini semua orang pasti sudah tahu. “Dunia hanya sementara, akhiratlah yang kekal.” Tapi, masalahnya, tak semua manusia sama seperti baginda dan seluruh RasulNya yang mulia. Kadang hanya karena ambisi semata, atau karena nafsu sesaat, semua yang seharusnya menjadi pegangan, hilang atau tergantikan oleh kenikmatan semu yang bernama dunia.

Semua sudah ada, tinggal pilih saja. Yap, sebenarnya semua sudah ada. Tinggal bangaimana kita, sebagai manusia mau tunduk atau membelot. Mau menurut atau membangkang dengan aturan Sang Pencipta. Terakhir, satu kata yang melintas “Innamal a’malu binniyyat…” Niatkan saja hiduo hanya satu, untuk menggapai ridho Allah semata. :-)

December 12, 2005

You’ll Never Know ’till U Have Tried

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 2:35 am

Pernah menemui kalimat itu kan? Kalau aku menemukannya di bagian bawah lembaran buku merek sinar dunia. “Kamu tidak akan pernah tau sampai kamu mencoba.” Ada kalanya kalimat ini benar. Tapi kayaknya ngga bagus kalau cuma diresapi secara mentahnya saja.

“Kamu ngga akan tahu, sampai kamu mencoba. ” Menurutku, tanpa mencoba pun kita bisa tahu lho. Contoh yang paling gampang, narkoba. Kita ngga harus mencoba untuk tahu bahayanya kan? Di media cetak, media elektronik telah sepakat menggemborkan kalimat “Say No To Drugs”, atau “Stay Away From Drugs.” atau “Jauhi narkoba”, dll.

Untuk kasus semacam itu, memang kalimat di atas ngga berlaku. Tapi gimana dengan hal-hal lainnya? Banyak yang bilang jangan begini, jangan begitu, nanti begini, nanti begitu. Contoh nih ya, di kepalaku langsung melintas gambaran seorang anak kecil sedang membawa korek api. Ibunya bilang, “Jangan nak, nanti tanganmu terbakar.” Menurut sebagian orang, mungkin tindakan ibu benar, karena bagaimana pun juga sang ibu tidak akan mau anaknya nanti terbakar kalau menyalakan korek api. Tapi bagi sebagian yang lain, mereka belum tentu sepakat dengan tindakan sang ibu. Mereka bilang, -entah siapa pun mereka- sang ibu tidak mendidik sang anak dengan berkata begitu. Baiknya nih, -kata mereka- ibu tinggal mengawasi sang anak saja. Jika nanti situasinya masih aman-aman saja, biarkan anak menyalakan korek api. Sekali lagi, hanya pengawasan sang ibu yang penting. Bukan larangan langsung. Ketika sang anak sudah tahu sendiri bahayanya, secara otomatis dia akan menjauhinya. Dan itu lebih baik daripada anak hanya menuruti sang ibu, kemudian rasa penasaran membuatnya mengulangi hal serupa ketika sang ibu lalai mengawasinya.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa