Cerita dari Ummu Syifa

September 27, 2005

Who Am I?

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 2:44 am

Menulis dengan judul seperti itu mengingatkanku akan sebuah adegan sebuah film yang bercerita tentang seorang amnesia (diperankan oleh Jackie Chan) yang terus berusaha mencari tahu siapa dirinya. Saat itu Jackie tengah berdiri di atas sebuah bangunan tinggi dan tempatnya berpijak hanya cukup untuk menyanggah kedua kakinya saja, sempit sekali. Ia berteriak “Who…Am…I…..” panjang… sekali sampai menggema ke penjuru kota.

Lalu kenapa menulis dengan judul seperti itu? Beberapa waktu lalu ada sebuah pertanyaan yang tertuju padaku. Seorang itu bertanya padaku, “Sopo to jane kowe?” yang kalau di-Indonesiakan artinya “Siapa sih sebenarnya kamu?” Simpel memang, dia hanya tanya siapa saya. Tapi sejauh ini, pertanyaan itu tak sesederhana kelihatannya. Pertanyaan itu bukan pula sebuah retoris seperti yang kukira sebelumnya . Dan sepertinya memang pertanyaan itu mampu membuatku memutar otak, berpikir dan mencari jawab yang tepat.

Aku adalah aku. Aku hidup dan hidupku adalah sebuah proses. Selama ini aku memaknainya begitu. Dan sebuah proses, tentu saja akan selalu mengalami perubahannya selama ia masih tetap berjalan. Ya, hidup dan segala proses yang menyertainya akan selalu berubah. Tak ada yang tak berubah di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri.

Kenapa ada pertanyaan seperti itu? Banyak alasannya. Mungkin ia benar-benar ingin tahu siapa aku. Atau mungkin ia sedang meyakinkan tentang siapa aku dalam benaknya, bagaimana karakter seorang aku yang sebenarnya. Mungkin juga ia sedang mencoba membandingkan aku dengan penilaiannya selama ini. Benar sesuai dugaannya atau tidak. Atau yang lain?

Aku punya satu kalimat yang baru saja kudapatkan beberapa saat yang lalu. “Bahwa yang terpenting dalam hidup adalah hidup itu sendiri dan segala hal yang menyertainya. Di antara kedua hal tersebut, hikmah yang terbaik adalah ketika kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.” Bagaimana, bagus tidak?

Aku adalah aku. Mungkin aku seperti kamu, dia, atau mereka. Aku, kamu, dia, dan mereka juga sedang berproses kan? Semua manusia tentu saja saat ini sedang berproses. Dan aku, dia, kamu, serta mereka juga ingin menjadi lebih baik kan? Nah, artinya kita semua sama. Kita semua, sedang berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Kamu setuju tidak? :-)

September 5, 2005

Naik Pesawat, Sholatnya Gimana?

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 4:52 am

Saya tertarik dengan pertanyaan sepupu saya. “Kalau sholat di pesawat, kiblatnya mana ya? Masa’ ngadep bawah?” Hehe lucu juga. Ngomong-ngomong tentang sholat di pesawat, saya jadi malu. Lha wong sekali pun belum pernah naik pesawat. (Kalah sama si Faris :-) ). Orang bilang, kalau naik pesawat seperti terbang di antara awan-awan, Itu kalau pesawat yang mahal, kalau yang murah katanya bisa melihat di luar. Jadi pesawatnya terbang rendah. Lebih beresiko jadinya.

Barusan saya menemukan artikel di eramuslim tentang tata cara sholat di pesawat. Ternyata simpel saja kok. Allah kan selalu ngasih kemudahan, jadi ya ngga usah dibuat susah-susah. Dalam tanya jawab utadz, beliau menjawab begini, “Kalau masih ada ruang yang agak lega, anda bisa melakukannya di situ, sehingga anda bebas berdiri, melakukan ruku’ dan sujud. Yang yang paling utama, anda bisa menghadap kiblat dengan benar. Anda bisa menggunakan kompas atau bertanya ke awak pesawat tentang arah kiblat. Biasanya, di sekitar pintu pesawat ada ruang yang agak lega, anda bisa meminta izin baik-baik kepada awak pesawat untuk melakukannya. Toh tidak akan memakan waktu yang terlalu lama.”

“Tapi kalau tidak memungkinkan memakai tempat yang agak lega, anda masih bisa melakukannya di kursi pesawat. Namun dengan demikian, posisi shalat anda hanya terbatas pada posisi duduk, tanpa berdiri, ruku’ dan sujud. Demikian juga masalah menghadap kiblat, anda tidak bisa lagi bebas menghadap ke arah ka’bah (Mekkah). Namun karena keadaan yang tidak memungkinkan, shalat tetap lebih utama dikerjakan dari pada ditinggalkan seluruhnya.”

Ow, jadi begitu. Yah, sekarang saya jadi tahu, meski ngga pernah naik pesawat, itung-itung buat sangu. Siapa tahu besok diberi kesempatan naik pesawat… :-D

September 1, 2005

Welcome to The World, Little Twin!

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 7:27 am

Ibu mana yang tidak bahagia melihat buah hatinya lahir ke dunia? Ayah mana yang tidak bangga mendengar tangis pecah dua bayi kembarnya?

Saya turut senang dengan berita ini. Seminggu yang lalu, si kembar masih berada di rumah sakit bersalin. Dua hari mereka menginap di box khusus, dan setelah itu mereka diijinkan pulang. Sampai sekarang si kembar masih di rumah neneknya, ibu dari si Umi.

Al Ghozi dan Al Faruk. Entahlah, aku sendiri juga belum tahu arti sesungguhnya nama-nama itu. (Ada yang tahu?) Faruk lahir delapan menit sebelum Ghozi, adiknya. Si kembar melihat dunia yang pertama kali tanggal 20 Agustus jam 13.32 dan 13.40. Sayangnya saya tidak ikut mendengar tangis si kembar pecah untuk yang pertama kali. :-( Kabarnya sang nenek menangis waktu dikabari bahwa si kembar telah lahir. Nenek waktu itu tidak ikut ke rumah sakit, jadi tinggal di rumah saja.

Si kembar lahir dengan normal dengan berat 2,2 kg dan 2,5 kg. Tampak kecil memang, tapi tetap terlihat besar ketika keduanya meringkuk di perus sang Umi. Hm… mereka lucu-lucu. Pertama kali melihat sepertinya mereka tidak kembar. Ghozi lebih item dari Faruk. Mungkin besok ketika umurnya tambah sedikit saja, mereka akan sulit dibedakan. Wah, tak sabar rasanya menanti si kembar tumbuh dewasa. Lucu kali ya, punya adik kembar…

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa