Cerita dari Ummu Syifa

August 5, 2005

Komunikasi

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 6:39 am

Wah, kok judulnya social banget? Ngga, bukan mau ngebahas total soal komunikasi. Ini tentang “kulit luar”nya saja, mungkin. Yah, pokoknya cuma pingin berpendapat sedikit tentang part of communication. Ya, bagian dari komunikasi. Apa itu? Tentang bahasa. Bahasa kan bagian dari komuniaksi. Bahkan bagian yang paling dominan dari sebuah komunikasi.

Bicara tentang bahasa, sering sekali bahasa itu dikait-kaitkan dengan “ikatan”. Menurut saya, ketika kita bicara dengan orang yang, ya..katakanlah lebih tua dari kita, mau tidak mau kita harus menggunakan bahasa sedikit formal. Atau kalau saya yang orang jawa, ketika bicara dengan orang tua dengan bahasa kromo, alias yang tingkatannya lebih tinggi. Misal, iyo bahasa kromonya inggih, dsb. (Ssst… bisanya cuma itu doang :-D )

Nah, kalau bicara dengan yang “ikatan”nya lebih lemah, (wah kayak ikatan kimia aja), misalnya kalau bicara dengan sebaya, dengan teman, atau kakak misalnya, paling bahasanya lebih santai. Yang menarik dari bahasa ini adalah sebuah fenomena. Apa itu? Seorang sister pernah bilang, bahwa mungkin kita tidak sadar akan ucapan atau kata-kata yang kita tujukan untuk orang lain. Bisa jadi ketika niat kita hanya becanda, ee orang lain menafsirkannya lain. Misalnya, si A bilang pada si B, “Eh kok bau sih, nha…kamu belom mandi ya? Ayo ngaku!!” Bisa jadi si B marah, karena memang dia ngga suka dengan kata-kata yang keterlalulan seperti itu, meski si A cuma becanda. Tapi ada juga yang dengan santai malah menjawab, “Iya, kok lu tau sih? Masih mending gue cuma sehari ngga mandi, nah lo? Kemarin juga ngga mandi kan?” (Stop!! Jayuss…:-P)

Lalu bagaimana dengan bahasa yang ditujukan untuk dua orang punya “ikatan” khusus? Duh, jangan negative thinking dulu. Ini gara-gara dosen kimia organik saya suka ngomongin ikatan, mau tidak mau saya juga tersihir untuk sedikit komentar. Ya, apalagi kalau bukan pacaran. Nah, kata dosen rugi kalau kuliah ngga pacaran. Ups! Saya ngga bilang setuju loh. Dan niat saya bukan ngebahas pacaran, tapi bahasanya. Nah, kalau saya sering denger radio geronimo sering ada ucapan “i miss u..” dsb2… (Hayo, yang komen di bawah pake kata2 itu sapa? Ngaku?? Yang jelas dia ngga jantan!! Hehe). Tau lah gimana reaksi si pendengar begitu ada ucapan seperti tu padanya. Nah, kebayang kan, gimana dahsyatnya sebuah bahasa?

Yang jadi permasalahan lagi adalah, lagi-lagi soal miscommunication. Dampak dari komunikasi ya miskomunikasi itu sendiri. Orang berdebat gara-gara miskomunikasi. Orang marah-marah gara-gara miskomunikasi. Padahal kalau dibicarakan baik-baik, seperti apa pun perbedaan yang ada pasti bisa disatukan deh, yakin. Atau minimal didekatkan, kalau benar-benar ngga bisa bersatu. Wah, jadi susah ngomongnya. Tapi biar ngga susah, mending cari gampangnya. Seperti pepatah mengatakan “diam itu emas”, terus lagi “hendaklah meninggalkan perkataan yang tiada berguna”. Nah, kalau udah gini aman, jadi ngga bakal ada lagi miskomunikasi, misunderstanding, atau miss-miss yang lain (yang jelas bukan miss impian …).

Intinya apa sih? Intinya saya harus belajar menempatkan diri lagi, supaya lawan bicara saya tidak salah tafsir atas kata-kata yang saya tujukan padanya. Siapa pun dia. Karena apa? Karena komunikasi itu begitu penting. Ngga percaya? Kan rezeki lancar juga karena komunikasi lancar. :-)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa