Cerita dari Ummu Syifa

July 26, 2005

Sebuah Pengertian

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 3:12 am

Menuntut itu mudah. Yang sulit adalah menerima tuntutan orang lain untuk bisa bersikap seperti kehendak kita. Jangan memaksa orang lain untuk bertindak begini, kalau kita sendiri tak bisa melakukannya. Jangan meminta orang lain untuk bisa begitu, kalau kita pun tak mau melakukan itu.

Semua punya caranya sendiri-sendiri. Jangan langsung menghakimi orang yang bertindak keliru menurut persepsi kita karena boleh jadi itu benar, dan persepsi kita yang salah.

Saya pernah melakukan sesuatu. Saya pikir itu benar karena saya merasa tidak rugi dengan tindakan saya. Namun saya lalu menyesal karena ternyata ada yang “tidak beres” dengan apa yang telah saya lakukan. Memang saya tak rugi, tapi ternyata orang lain rugi atas tindakan saya. Memang saya bahagia dengannya, tapi ternyata ada jiwa lain yang sengsara karena apa yang saya lakukan.

Saya punya figur yang mengerti saya. Mungkin yang lain juga setuju, kalau ibu adalah sosok yang penuh pengertian. Seorang ibu adalah orang yang paling mengerti akan apa-apa yang ada pada diri anaknya. Apa pun tak akan bisa disembunyikan oleh anak kepada ibunya. Saat anak suka, ibu dapat melihatnya. Saat anak berduka, ibu pun orang pertama yang mengetahuinya. Dengan penuh pengertian ia bertanya dengan lembut, mengorek keterangan dari anaknya, apakah gerangan yang membuatnya bersedih atau mungkin menangis. Sang anak yang luluh tak mungkin lagi menyembunyikan apa yang ada dalam hatinya. Sebuah pengertian dari seorang ibu membantunya mengungkap segala yang menyedihkan hatinya. Ya, segalanya akan mudah terungkap oleh sebuah pengertian. Dan pengertian, lebih dari apa pun juga, ia adalah sumber kebahagiaan. :-)

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nurv3.blogsome.com/2005/07/26/sebuah-pengertian/trackback/

  1. Pengertian…
    ‘Ngerti’ itu apasih?
    Kenapa qo gw pernah nanya “Eh…ada PR Kalkulus ga?”
    Dijawab “Aku ngga ngerti”
    Nah lo….padahal khan cuma nanya ada apa engga,bukan nanya jawabannya. Qo malah ga ngerti?
    Oh ternyata ‘ngerti’ itu kalo bhs Jawa maksudnya ‘mengetahui’.Jadi, kalo ‘ngga ngerti’ artinya ‘ga tau’.
    O…gitu
    Padahal kalo menurut gw…
    Ngerti lebih dari sekedar tau, tapi juga paham.
    Seperti ibu yang melihat anaknya,
    Pandangannya dalam sampai ke hati,
    Dia ga hanya TAU bila sang anak senang atau sedih
    Tapi dia juga NGERTI bahwa dia harus membelainya, menghiburnya atau memarahinya.
    Itulah pengertian…

    Salam ya buat Ibu…

    Comment by Aswad — July 28, 2005 @ 8:34 am

  2. ” Pengertian ”
    Saya penah bertanya ” apakah pengertian dapat diartikan ketika seorang berkorban untuk orang lain “
    beliau menjawab ” tidak juga ”

    saya Bertanya lagi ” apakah memahami juga harus berkorban untuk orang lain”
    beliau menjawab ” tidak juga ”

    Trus.. Beliau mendeteksi kebingunganku
    Memahami orang lain dan mengerti orang lain, merupakan bagian
    integral yang tak terpisahkan, bukan diartikan berkorban. Tetapi Memahami orang lain suatu sikap iklas, dan tidak terdefinisikan dengan kata ” berkorban “, karena lebih luas maknanya..

    “memahami” mempunyai nilai kharismatik tersendiri. Didalamnya ada suatu elemen pengait emosi yang super dashyat.

    ya.. Ibu beliau yang bisa ” memahami” kita apa adanya. Hanya beliau-lah mampu menerima kekurangan kita dan menyempurnakannya dengan setiap untain nasihatnya..
    Subhanalloh.. mungkinkah kita menjadi sosok pribadi seorang ibu yang seperti itu..

    Comment by Sirius Black — July 29, 2005 @ 8:40 am

  3. Na’am… Fahimnaa ya ukhti…!

    Comment by PROMOSI — July 30, 2005 @ 4:30 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa