Cerita dari Ummu Syifa

November 26, 2008

Pindah Rumah

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 8:13 pm

Anda tahu VIP? VIP adalah kependekan dari Very Important Person. Namun kali ini saya tidak hendak membahas soal itu. Yang akan saya bahas kali ini adalah VIP (Very Important Post). Apa itu? Saya mau pindah rumah. Bukan rumah yang sebenarnya, tapi rumah maya. Saya cuma ingin bilang, bahwa ini tulisan terakhir saya di blog ini. Selanjutnya saya akan menuliskan semua yang “mengganggu” pikiran di blog saya yang baru di alamat http://nurv3.web.ugm.ac.id/ Semoga tetep bisa terus menulis segala hal yang bermanfaat, amin. Mampir ya. Ditunggu… :)

November 10, 2008

What’s Your Name’s Hidden Meaning?

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 6:47 pm

 Saya iseng-iseng mencoba mengetikkan nama saya di sini. Dan inilah hasilnya. 

You are very intuitive and wise. You understand the world better than most people.

You also have a very active imagination. You often get carried away with your thoughts.

You are prone to a little paranoia and jealousy. You sometimes go overboard in interpreting signals.

You are a very lucky person. Things just always seem to go your way.

And because you’re so lucky, you don’t really have a lot of worries.

You just hope for the best in life.

You’re sometimes a little guilty of being greedy. Spread your luck around a little to people who need it.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You’re always up to something.

You have a ton of energy, and most people can’t handle you.

You’re very intense.

You definitely are a handful, and you’re likely to get in trouble.

But your kind of trouble is a lot of fun.

You are loving, compassionate, and ruled by your feelings.

You are able to be a foundation for other people… but you still know how to have fun.

Sometimes your emotions weigh you down, but you generally feel free from them.

You tend to be pretty tightly wound. It’s easy to get you excited… which can be a good or bad thing.

You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly.

You don’t stick with any one thing for very long.

You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time.

Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

You are a seeker. You often find yourself restless - and you have a lot of questions about life.

You tend to travel often, to fairly random locations. You’re most comfortable when you’re far away from home.

You are quite passionate and easily tempted. Your impulses sometimes get you into trouble.

You are usually the best at everything … you strive for perfection.

You are confident, authoritative, and aggressive.

You have the classic “Type A” personality.

You are confident, self assured, and capable. You are not easily intimidated.

You master any and all skills easily. You don’t have to work hard for what you want.

You make your life out to be exactly how you want it. And you’ll knock down anyone who gets in your way!

You are truly an original person. You have amazing ideas, and the power to carry them out.

Success comes rather easily for you… especially in business and academia.

Some people find you to be selfish and a bit overbearing.

You’re a strong person.

gimana cara mereka memprosesnya ya? 

November 8, 2008

UGM Berantakan Diterjang Tornado

Filed under: Kisah dan Hikmah - nurv3 @ 8:34 pm

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. [Al Baqoroh:155]

Puting Beliung Jogja

Kali ini, berkendara di tengah hujan lebat memberikan ketakutan tersendiri bagi saya. Peristiwa Jum’at sore lalu membuat saya masih berdebar ketika harus naik motor pada saat hujan. Dan sore ini, mau tidak mau saya harus berangkat juga, karena ujian Pengantar Teknologi Informasi tengah menunggu.

Ketakutan yang sampai sekarang masih saya rasakan berawal ketika Jum’at siang (menjelang sore) saya, suami, dan Syifa pergi ke Mirota Kampus untuk membeli berbagai keperluan. Mulanya supermarket terlihat biasa saja. Para pengunjung pun tampak tenang berbelanja. Hingga saat saya yang tengah menggendong Syifa akan naik eskalator ke lantai tiga, terdengar suara orang-orang panik, dan sesaat kemudian mereka berlarian ke bawah. Memang, saat itu hujan telah turun. Namun saya masih tidak tahu apa yang terjadi.

Melihat orang-orang berhamburan ke bawah melewati tangga, saya jadi bingung. Eskalator sudah membawa kami ke seperempat perjalanan. Suami menyuruh saya untuk berbalik. Kontan saja saya berbalik dan turun meski eskalator tetap berjalan ke atas. Sungguh, saya deg-degan. Baru kali ini mencoba "permainan" mengerikan. Berlari ke bawah di atas eskalator yang bergerak ke atas. Apa yang terlintas di pikiran saya saat itu? Saya mengira ada teror bom. Ternyata dugaan saya salah.

Di ujung pintu, orang-orang saling berdesakan. Saya melihat ke luar, ternyata di samping hujan turun dengan sangat lebat, angin juga bertiup sangat kencang. Pohon-pohon sampai tertarik dengan kuat mengikuti arah angin. Semua pengunjung tampak panik dan sebagian besar malah memenuhi jalan masuk. Saya memilih untuk masuk agak ke dalam. Saat itu kebetulan Syifa rewel minta minum. Kami mengungsi di rak pojok, tempat biskuit dan wafer ditata rapi. Kemudian saya tak bisa melihat apa-apa lagi karena semua kaca ditutup.

Setelah melihat ke luar, saya sangat terkejut. Innalillaahi… apa yang telah terjadi tadi? Saya lihat di sekeliling Mirota Kampus, pohon-pohon tumbang. Sampai di situ saya belumlah terlalu takut dengan apa yang terjadi. Hingga hati ini semakin merinding ketika mobil berjalan melewati Jalan Kaliurang. Pemandangan sungguh mengerikan. Mulai dari perempatan Mirota, spanduk besar terhempas di tengah jalan. Sebagian genteng di Kampus MIPA selatan terbang ditiup angin. Gelas besar yang menjadi lambang KFC bolong, tinggal kerangkanya saja. Pohon besar di depan Fakultas Pertanian roboh, sebagian aspal sampai terangkat di akar pohon. Plang Fakultas tersebut juga roboh.

Mobil kami terus melaju. Sebagian besar tepi jalan masih tergenang air. Sampai di jalan depan GSP, pemandangan lebih memilukan. Pohon-pohon di tepi jalan tersebut telah banyak yang tumbang. Kabel-kabel listrik nglewer begitu saja. Hingga sampai di depan Kampus MIPA sekip utara, saya lega kampus saya masih baik-baik saja. Namun kelegaan saya hanya sampai saat ujian sore tadi. Ternyata di lapangan basket kampus sudah dipenuhi dengan pohon-pohon yang tak tegak lagi. Bahkan saat saya hendak keluar kampus melewati jalan tembusan ke Sardjito, sebuah pohon besar masih tergolek menutupi jalan tersebut. Suasana mendung dengan hujan yang mengguyur membuat jalan tersebut tampak mati. Saya urung dan memutar kendaraan. Saya hanya bisa beristighfar. Perjalanan masih panjang dan hujan yang masih belum berhenti menyisakan ketakutan di hati saya.

*Lihat video tentang tornado Jum’at lalu di sini

*Gambar diambil dari sini

Butterfly Effect dari Seorang Bu Mus

Filed under: Kisah dan Hikmah - nurv3 @ 7:33 pm

Butterfly Effect

Laskar Pelangi.

Siapa sih yang tidak kenal novel ini? Novel laris yang ditulis oleh Andrea Hirata ini memang tidak berlebihan bila dijuluki dengan Indonesia’s Most Powerful Book. Novel ini mengisahkan tentang  sepuluh murid SD Muhammadiyah di kawasan Belitong. Mereka adalah Ikal, Mahar, Kucai, A Kiong, Trapani, Sahara, Samson, Lintang, Syahdan dan Harun. Nama yang disebut terakhir dikisahkan sebagai "hero", karena kedatangannya menjadikan sekolah yang mirip gudang kopra ini tidak jadi ditutup. Meskipun sebenarnya Harun "terlarang bersekolah di sana karena keterbelakangan mental. Belakangan murid SD bertambah satu dengan hadirnya Flo, mantan murid di SD mewah PN.

Bu Mus, sebagai guru segala bidang merupakan simbol seorang pengajar sekaligus pengabdi yang tulus. Ia hanya satu-satunya guru di sekolah itu. Namun siapa sangka, dari seorang Bu Mus lahir pribadi-pribadi yang cerdas, tangguh, dan memiliki kepribadian. Ikal, sebagai tokoh utamanya, yang tidak lain adalah penulis LP sendiri, merupakan salah satu contoh nyata dari hasil didikan Bu Mus. Semangat belajarnya mampu mengubah hidupnya 180 derajat. Dari menjadi seorang tukang sortir surat di kantor pos, hingga memiliki gelar S2 dari sebuah universitas di Inggris. Lintang, idola sekaligus teman sebangku Ikal merupakan contoh ke dua. Otaknya super jenius. Kemampuannya melebihi anak-anak lain seusianya. Hanya saja karena prioritas untuk menghidupi keluarganya, ia tersandung untuk bisa menjadi sesukses Ikal. Dampak didikan Bu Mus tampaknya tidak hanya dirasakan secara langsung oleh murid-murid SD kampung Belitong tersebut, namun juga oleh orang lain yang notabene bukan siapa-siapa, bahkan tak pernah mengenal sosok Bu Mus. Dia adalah seorang pecandu narkoba. Kalau Anda menyaksikan Kick Andy edisi spesial Laskar Pelangi, Anda akan tahu kisahnya.

Sebuah surat dibacakan saat acara tersebut. Surat seorang ibu yang menceritakan tentang keputus asaan dirinya terhadap anaknya. Anaknya adalah seoang pecandu narkoba. Ibu itu sampai frustasi melihat tingkah anaknya yang selalu bermalas-malasan dan tak henti-hentinya menghisap barang haram. Skripsinya sudah lama tak tersentuh. Namun suatu ketika ibu itu terkejut ketika melihat anaknya menangis tersedu di kamar. Saat ditanya, anak itu kemudian berterus terang bahwa ia menangis karena malu. Ia berjanji pada ibunya akan berubah dan menyelesaikan skripsinya. Buku yang telah menyadarkan seorang pecandu tersebut berjudul Laskar Pelangi.

Jasa Bu Mus memang begitu besar. Dari satu nama yang tak pernah dikenal, bermunculan individu-individu dengan karakter yang tangguh. Muncul sosok berkepribadian hebat. Dari seorang Bu Mus, seseorang yang dulunya adalah "sampah masyarakat" mau bertobat untuk menjadi orang yang lebih baik. Bu Mus memberikan butterfly effect. Sayap ketulusan Bu Mus yang terkepak di sebuah sekolah kampung Belitong mampu menjadi tornado bagi kesepuluh muridnya, juga bagi seorang pecandu narkoba. Keikhlasan Bu Mus mengajar di sebuah sekolah terpencil dengan gaji minim memberikan efek yang sangat positif bagi murid-muridnya. Mungkin masih banyak kisah-kisah lain sebagai efek keikhlasan seorang Bu Mus, yang tak sempat terekspose. Keikhlasan Bu Mus telah mengubah hal kecil menjadi besar. Seorang pecandu narkoba yang dikisahkan di atas mungkin belum akan bertobat bila tidak membaca novel ini. Dan novel ini, Laskar Pelangi, mungkin tidak akan lahir bila si Ikal tidak kenal dengan sosok Bu Mus. Bu Mus telah mengubah satu hal dan dengannya ia mengubah semuanya. "Change one thing, change everything".

November 5, 2008

MIPA, Tak Kenal Ujian Susulan

Filed under: Lainnya - nurv3 @ 9:07 pm

Siang ini saya dikejutkan dengan berita menyedihkan tentang teman saya. Lewat telepon, saya diberitahu bahwa Destin kecelakaan. What?

"Kapan?"

"Trus gimana keadaanya?"

Dia yang diseberang langsung kuserbu dengan pertanyaan.

Destin kecelakaan hingga patah tulang. Innalillah… padahal sore ini dia harus ujian Bioteknologi dan besok ada ujian Pemodelan dan Simulasi Molekuler. Destin, cepet sembuh ya. Saya jadi kasihan padanya, mengingat di jurusan kami tidak membolehkan adanya ujian susulan. Bagaimana nanti dengan nilai-nilainya? Memang, jurusan menyediakan layanan ujian di rumah sakit sebagai alternatif bagi mahasiswa yang sedang sakit, tapi bila kondisi mahasiswa sedang tidak memungkinkan untuk melaksanakan ujian, apakah hal itu masih bisa dibilang alternatif yang baik?

Saya sempat ngobrol dengan suami tentang ujian susulan ini. Menurutnya kebijakan fakultas terlalu kaku, padahal di kampus tempatnya mengajar ada kebijakan ujian susulan bagi mahasiswa yang sakit. Saya jadi teringat pengalaman yang sama beberapa bulan yang lalu yang membuat saya terpaksa ujian di rumah sakit. Saat itu bukan saya yang sedang sakit, namun Syifa yang sedang diuji oleh Allah. Saat itu, saya sedang menunggui Syifa yang opname karena kena DHF. Suamilah akhirnya yang terpaksa ke fakultas untuk mengurus prosedur ujian di rumah sakit. Syarat yang harus dilengkapi adalah surat keterangan sakit dari dokter. Untunglah saya dapat melaksanakan ujian di rumah sakit. Saat itu, dua mata kuliah, dua hari berturut-turut saya mengerjakan ujian dengan "ditemani" Syifa. Saya mengerjakan dengan konsentrasi, maksudnya konsentrasi yang selalu tertuju pada Syifa. Ya iyalah… siapa sih yang bisa konsentrasi menjawab soal ujian sementara anaknya mengaduh kesakitan dan merengek minta digendong?

Saya hanya berharap agar suatu saat MIPA bisa mengubah dan mengganti kebijakan tersebut dengan yang lebih baik. Sayang kan, kalau mahasiswa harus kehilangan nilai karena sakit?

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph and modified by Ummu Syifa